Minggu, 02 Juni 2013

Toga Jakbar Juara II Nasional 2013




Jakarta Barat meraih penghargaan Pakarti Utama II lomba Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat nasional 2013. Penghargaan tersebut diraih RW 07 Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah.

Piala dan piagam penghargaan Pakarti Utama II diserahkan Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny Vita Gamawan Fauzi kepada Ketua TP PKK Jakarta Barat Hj Evi Fatahillah, di Kota Banjar Baru Banjarmasin Kalimantan Selatan, Selasa 28 Mei. 

Sekretaris TP PKK Jakbar Ny Eti Bambang, mengatakan prestasi nasional itu diraih setelah melalui proses panjang. Diawali lomba pemanfaatan toga tingkat kecamatan, kota dan provinsi. Toga RW 07 Kelurahan Slipi akhirnya terpilih mewakili Provinsi DKI ke tingkat nasional dan berhasil meraih juara II. Sedang juara I diraih Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten.

Rombongan dari PKK Jakarta Barat yang ke Banjarmasin untuk menerima penghargaan Pakarti Utama II lomba pemanfaatan Toga sebanyak tujuh orang, dipimpin oleh Hj Evi Fatahillah. Selain mengikuti acara penyerahan piala dan piagam untuk para pemenang, rombongan juga mengikuti seminar dan kegiatan lain yang diselenggarakan TP PKK Pusat di Banjarmasin.

Tahun 2012, juara I lomba pemanfaatan toga tingkat nasional diraih RW 08 Kelurahan Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Lomba pemanfaatan toga mulai diselenggarakan tahun 2012. “Jakarta Barat selama dua tahun berturut-turut meraih juara tingkat nasional untuk kriteria kota,” jelas Eti. Menurutnya, keberhasilan Jakarta Barat di tingkat nasional tak lepas dari peran serta masyarakat dan para kader PKK mulai tingkat RT dan RW. Melalui sosialisasi gencar yang dilakukan PKK bersama instansi terkait Pemkot Jakarta Barat, masyarakat dapat memahami pentingnya toga untuk pengobatan alternatif bagi keluarga dengan biaya yang murah dan mudah.

Eti mengatakan, di Kelurahan Slipi khususnya RW 07, tiap rumah warga memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam minimal lima jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kumis kucing dan lainnya. Selain dimanfaatkan untuk pengobatan alternasif bagi keluarga, secara kelompok hasil tanaman juga dapat diolah dan mempunyai daya jual. Saat ini wilayah tersebut telah mampu memproduksi minuman jahe instan dan minuman Rosella yang sudah dipasarkan meskipun baru tingkat penyelenggaraan bazaar di Jakarta Barat.

Disebutkan, Kelurahan Slipi terdapat tujuh RW, dan warganya telah membudidayakan toga di huniannya hingga sekitar 58.650 jenis tanaman. Warga memanfaatkan pekarangan rumah dan pot untuk toga. Ada 150 jenis tanaman obat-obatan yang ditanam dan dikelola warga. Sedang untuk biaya penataan toga di wilayah itu sekitar Rp 35 juta. Menurutnya, pemanfaatan lahan untuk toga di Jakarta Barat akan terus dikembangkan oleh PKK melalui para kader bekerjasama dengan masyarakat di tingkat RW dan kelurahan. PKK Jakarta Barat berharap penghargaan tingkat nasional yang berhasil diraih dapat terus dipertahankan. ”Ke depan PKK bersama masyarakat harus maju terus,” pungkasnya. (nms/aji)

(Sumber : http://barat.jakarta.go.id)