Sabtu, 23 Maret 2013

Toga RW 07 Slipi Wakil DKI Tingkat Nasional 2013




Tim penilai pusat melakukan penilaian ke lokasi pengelolaan taman obat keluarga (toga) RW 07 Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah Jakarta Barat, Rabu (20/3) siang. Toga RW 07 Slipi terpilih mewakili Provinsi DKI Jakarta pada lomba Pemanfaatan Toga tingkat Nasional 2013. Kedatangan tim penilai sebanyak tujuh orang yang diketuai Ny Susi Subekti disambut Wali Kota Jakarta Barat H Burhanuddin, Ketua TP PKK Jakbar Hj Emma Suhaema, para asisten, kasudin, kabag, camat, lurah, tokoh masyarakat serta kader PKK kecamatan dan kelurahan.

Sebelum kedatangan tim penilai, Ketua TP PKK DKI Jakarta Ny Iriana Joko Widodo meninjau persiapan sekaligus menyuport warga RW 07 menghadapi penilaian. Ny Iriana meninjau hunian warga yang dihiasi pot berbagai macam tanaman obat sambil sesekali berdialog dengan warga terkait upaya memperbanyak tanaman obat di lingkungan. Hadir pada kesempatan itu Sekda Prov DKI H Fadjar Panjaitan, Wakil Ketua II TP PKK DKI Hj Anny Fadjar dan jajarannya.

Wali Kota H Burhanuddin pada sambutannya berharap Jakarta Barat kembali meraih peringkat tertinggi lomba pemanfaatan toga tingkat nasional 2013 seperti yang di raih toga RW 08 Duri Kosambi tahun lalu. “Memang semuanya terpulang pada tim penilai, meskipun Jakarta Barat telah berusaha maksimal untuk meraih peringkat tertinggi. Istimewanya di RW 07 Kelurahan Slipi setiap rumah warga ada tanaman obat di pot atau pekarangan rumahnya. Sehingga masing-masing warga memiliki rasa memiliki, memelihara sekaligus memanfaatkan tanaman obat yang ditanam sendiri,” ujarnya.

Ketua tim penilai, Ny Susi Subekti mengatakan dalam penilaian ini akan terlihat bagaimana kemauan dan upaya masyarakat ingin tetap sehat. Selain menyaksikan paparan, tim penilai juga melihat langsung ke lapangan sama atau tidak dengan yang dipaparkan. “Dalam lomba bukan menang atau kalah, tapi yang dikejar bagaimana partisipasi dan keinginan warga ingin sehat walau dengan toga,” jelasnya. Menurutnya, Jakarta Barat memang memiliki cara/penampilan tersendiri, dan setiap mengikuti penilaian Jakarta Barat sering berhasil. “Ya berdoa saja untuk lomba toga tahun ini Jakarta Barat berhasil.”

Ny Susi menyebutkan, ada sekitar 28 kota se Indonesia yang ikut penilaian lomba toga tingkat nasional 2013. Dari jumlah itu hanya enam kota yang masuk nominasi, antara lain Jakarta Barat, Singkawang Kalbar, Batam dan Denpasar Bali. ”Enam nominiasi ini memenuhi syarat untuk dinilai,” ujarnya. Syarat masuk nominasi, sambungnya, antara lain peran serta masyarakat secara bersama-sama mendukung dan aktif memanfaatkan lahan untuk toga, peran pemerintah setempat dalam mendukung upaya warganya memanfaatkan lahan untuk toga, serta pemanfaatan toga untuk warga sendiri dan dapat diproduksi yang membuahkan hasil. “Peran PKK dalam hal ini juga menentukan penilaian,” tambahnya. Jakarta Barat merupakan yang pertama dikunjungi tim penilai. Dijadwalkan hasil pemenang akan diumumkan pada 20 Mei 2013, dan rencananya piagam pemenang lomba toga tingkat nasional 2013 akan diserahkan 29 Mei di Banjarmasin.

Sebelumnya Ketua TP PKK Kelurahan Slipi, Ny Baidillah memaparkan tentang penanaman dan pemanfaatan hasil toga di wilayahnya khususnya RW 07. Selain bermanfaat untuk kesehatan juga meningkatkan hasil pendapatan warga. Di Kelurahan Slipi terdapat tujuh RW, dan warga telah membudidayakan toga di huniannya hingga sekitar 58.650 jenis tanaman. Warga memanfaatkan pekarangan rumah dan pot untuk toga. Ada 150 jenis tanaman obat-obatan yang ditanam dan dikelola warga. Sedang biaya untuk penataan toga di wilayah itu sekitar Rp 35 juta.

Disebutkan, hasil toga juga dimanfaatkan oleh warga dan diproduksi, antara lain sirop Rosela dengan kerjasama sejumlah hotel di Palmerah untuk penyediaan sirop ini. Kegiatan inovasi untuk menggerakan warga juga dibentuk, yakni Pondok Toga sebagai tempat informasi tentang toga, Barisan Penyiram Toga (Bapega), salon herbal yang memanfaatkan hasil tanaman obat, laskar PAUD turut membantu memberikan semangat warga untuk menanam toga. Selain itu Model Toga, yakni melalui puskesmas dianjurkan kepada warga agar terlebih dahulu mencoba memanfaatkan tanaman toga untuk obat sebelum datang ke puskesmas atau RS.

Usai mengikuti paparan, rombongan tim penilai didampingi Sekda, Wali Kota, Ny Susi didampingi Wakil Ketua IV TP PKK DKI Ny Ery Cahyadipura, jajaran TP PKK DKI dan TP PKK Jakarta Barat meninjau ke lapangan menyaksikan lahan dan pemanfaatan toga serta salon herbal. Tim penilai juga sempat mencicipi jamu gendong hasil toga setempat. (nms/aji)
(Sumber : http://barat.jakarta.go.id)